Alergi Susu Sapi pada Bayi Sampai Umur Berapa? Berikut Ulasannya

Alergi Susu Sapi pada Bayi Sampai Umur Berapa? Berikut Ulasannya

December 15, 2020 Off By admin

Persentase alergi terhadap susu sapi memiliki kisaran nilai mulai dari 0,5 hingga 7,5% dari total kelahiran tiap tahunnya. Usia bayi dibawah 1 tahun lebih rentan terhadap alergi ini, namun tetap bisa sembuh. Peluang untuk sembuh dapat meningkat seiring pertambahan usia si anak. Alergi susu sapi pada bayi sampai umur berapa? Hal tersebut sering ditanyakan meskipun jawabannya terkadang berbeda karena kesembuhannya dipengaruhi oleh kematangan usus sebagai saluran utama yang mencerna nutrisi untuk bayi.

Pengertian Alergi Susu Sapi

Pada dasarnya, alergi susu sapi disebabkan adanya kesalahpahaman antara sistem imunitas tubuh dengan protein susu sapi yang masuk ke dalam tubuh bayi. Sistem pertahanan tubuh menganggapnya sebagai benda asing yang dapat memberikan pengaruh buruk terhadap tubuh. Hal tersebut memicu adanya reaksi yang dikenal sebagai alergi susu sapi.

Alergi susu sapi merupakan kasus yang banyak terjadi dibandingkan kasus alergi ASI. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya perbedaan struktur protein dari dua jenis susu tersebut. Biasanya, reaksi alergi ini cukup beragam mulai dari ringan hingga parah. Hal ini bersesuaian dengan faktor genetik dari orang tua.

Alergi Susu Sapi Pada Bayi Sampai Umur Berapa? Apakah Sudah Dipastikan?

Alergi susu sapi dapat terjadi setelah kelahiran atau si bayi  sudah mulai minum produk susu sapi. Berdasarkan para ahli, menyatakan bahwa alergi ini dapat berkurang seiring bertambahnya usia bayi.

Hal tersebut dikarenakan di awal kelahiran usia usus bayi masih belum matang sehingga mengalami berbagai reaksi alergi yang menyebabkan masalah parah pada bayi. Apabila si bayi sudah beranjak tumbuh dewasa maka secara berangsur-angsur ususnya menjadi lebih matang dan mampu mencerna beragam asupan makanan maupun minuman. Alergi susu sapi dapat berhenti atau mereda ketika bayi beranjak umur 2-3 tahun.

Sebagian sumber menyatakan bahwa sekitar 90% kasus alergi berkurang ketika bayi sudah berusia 5 tahun. Namun, memiliki kemungkinan lain apabila kasus alerginya masih ada hingga ia memasuki usia dewasa atau remaja.

Bagaimana Cara Menangani Masalah Alergi Susu Sapi pada Bayi

Terdapat beberapa kasus untuk dapat mengenali alergi susu sapi yang menjangkit tubuh si bayi. Biasanya, gejala tersebut timbul setelah pemberian susu sapi. Apabila demikian masalahnya, maka sebaiknya pemberian susu harus dihentikan dan memberikan makanan yang memiliki sifat hipoalergenik. Beberapa diantaranya sebagai berikut:

  1. Susu Kedelai

Salah satu asupan alternatif untuk mengatasi masalah alergi susu sapi adalah mengonsumsi susu kedelai atau soya. Manfaat susu kedelai memberikan nutrisi protein pada bayi berupa protein nabati. Biasanya, bayi yang memiliki kasus alergi susu sapi tidak muncul saat mengkonsumsi susu soya ini.

  1. ASI (Air Susu Ibu)

Ibu perlu memberikan asupan nutrisi protein pada bayi untuk mencegah alergi pada susu formula. Hal ini dikarenakan kandungan ASI jauh lebih baik dibandingkan jenis susu lain. Namun, jika terdapat kendala seperti produksi ASI tidak ada. Maka pilihan lain adalah dengan mengonsumsi susu lain yang tidak mengandung susu sapi.

  1. Susu Hipoalergenik

Apabila Ibu menginginkan susu formal maka lebih baik memilih susu formula yang bersifat hipoalergenik. Anda dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter terkait susu yang paling cocok. Pemilihan susu jenis hipoalergenik memiliki protein yang dapat dipecah dan diolah di dalam tubuh. tentunya, dianggap lebih aman dan tidak memicu reaksi alergi.